Friday, July 31, 2020

Sarapan Soto Favorit Di ‘Pak No’ Kendal

Berdasarkan pengalaman MasCan selama berkuliner masakan soto di berbagai daerah, ada satu hal yang unik. MasCan sering menemui berbagai warung soto yang namanya “Pak No”, “Mbah No” ataupun “Mas No”. Nama “No” entah mengapa lekat sekali dengan masakan berkuah ini. MasCan juga sering bertanya-tanya siapakah yang pertama kali memperkenalkan, lalu menyematkan nama “No” di trademark dunia persotoan ini?. Lalu apakah mereka semua saling berhubungan atau pemiliknya tertuju ke satu orang? Saya rasa tidak. Namun mungkin saja ada yang telah membuat franchise warung soto ini, seperti yang di Semarang. Namun dari semua soto dengan nama “No” yang ada tersebut, saya menyukai Soto “Pak No” di Kendal.


Soto “Pak No” Kendal adalah favorit saya kalau kebetulan sedang lapar di jalur pantura Kendal ini. Kebetulan saat ini MasCan juga sedang lapar dan ingin sarapan di sana.

Letaknya yang strategis yakni di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Bugangin, Kec. Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51314 ini tepat persis di tepi jalur pantura, sehingga membuat customer mudah menemukannya.



Patokannya mudah, jika anda dari Jakarta, lokasinya tidak jauh dari Agro Wisata Tirto Arum Baru (setelahnya). Beberapa menu utama Soto “Pak No” antara lain yaitu Soto Ayam, Soto Sapi, Asem-Asem Daging dan Rica-Rica Menthog. Dengan menu minumannya adalah Es Teh, Es Jeruk, Teh Panas, Jeruk Panas dan Es Soda Gembira.



Kalau kita coba datang pagi atau siang, kita akan sering menemui PNS atau karyawan-karyawan swasta yang tengah makan di warung tersebut. Dulu waktu SMP/SMA saya dan kawan bahkan sering menyebut Soto “Pak No” dengan sebutan “soto pejabat” atau “soto dinas” karena letaknya di area perkantoran pemerintahan J.

MasCan lebih senang datang untuk sarapan pagi di tempat, karena situasinya masih belum terlalu ramai dan MasCan bisa menikmati berbagai hidangan pendamping soto yang masih lengkap, seperti misalnya sate kerang dan sate ayam. Sate-sate khas ini yang menurut MasCan menjadi nilai plus warung Soto “Pak No”.

Kalau menu utamanya, MasCan sendiri sangat menyukai Soto Sapi yang khas Semarang ini. Kalau dilihat dari perwujudannya, menurut MasCan soto ini lebih ke ‘gaya Semarangan’, karena kuahnya yang bening kecoklatan dengan taburan bawang merah goreng di permukaannya. Selain itu, soto ini juga dilengkapi dengan bihun atau suun, tauge dan potongan tomat yang membuatnya lebih segar. Soto “Pak No” ini tentunya akan lebih nikmat jika dimakan bersama dengan sate pelengkap soto, mulai dari dari sate ayam, sate telur puyuh sampai sate kerang yang direndam ke kuah kecap. Sekali coba makan maka akan bikin ketagihan.



Tentunya, kalau kita makan Soto “Pak No” ini tidak akan cukup semangkuk saja. Kuah sotonya yang bening dan gurih tersebut akan meningkatkan selera makan kita. Siap-siap ketagihan ya hehehe.

Yuk cobain Soto “Pak No” di Kendal ini J

 


Tuesday, July 21, 2020

Mie Ayam Seberang Pabrik Gula Cepiring

Mie ayam yang akan MasCan bahas kali ini adalah salah satu yang paling favorit di Kendal. Saat MasCan masih SMA dulu, kawan-kawan sekolah biasa menyebutnya “Mie Ayam Pabrik Gula” karena memang letaknya di seberang Pabrik Gula Cepiring (PT Industri Gula Nusantara).

Adapula yang menyebutnya “Mie Ayam Jembatan” karena lokasinya pas setelah turunan Jembatan Kalibodri arah Batang/Jakarta. Kalau warga sekitar kampung saya biasa menyebutnya “Mie Ayam Cepiring” saja, karena berlokasi di daerah Cepiring.

Apapun nama julukannya, nama resmi warung mie ayam ini adalah Mie Ayam Spesial & Bakso Baru "H.A. Rozikin" yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta No.6, Cepiring Tengah, Cepiring, Kec. Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51351.

MasCan sendiri sudah menjadi pelanggannya sejak lama. Dari tahun 2007 sudah sering jajan di warung mie ini sepulang sekolah atau sebelum les. Mulai dari bapak warungnya masih bekerja sendiri, sampai sekarang sudah dibantu (mungkin) sama anak-anaknya. Dari dulu lokasinya juga tidak berpindah atau berubah, dengan tata letak dekorasi yang masih sama.



Bagi MasCan, Mie Ayam Cepiring ini salah satu mie ayam paling enak di Kendal. Porsinya pun jumbo, jadi cocok untuk makan siang. Biasanya cowo-cowo yang porsi makannya banyak suka sekali makan di warung ini. Bagi yang sering lewat/berkendara motor di pantura Kendal, mie ayam ini juga sering menjadi tempat beristirahat sekaligus makan siang, karena lokasinya persis di pinggir jalan raya. Selain itu, para karyawan yang tengah lewat atau orang-orang pasar seringkali makan di warung ini.

Selain menyediakan mie ayam, warung ini juga menyediakan menu bakso. Menurut MasCan, yang legendaris dari warung mie ini adalah menu mie ayamnya. Mie ayam legend yang terkenal karena mengenyangkannya. Buat MasCan, makan mie ayam Cepiring ini akan lebih puas jika ditutup dengan minum es teh manis.


Komposisi mie dan kuahnya dalam satu mangkok cenderung lebih banyak mienya, walaupun kita sebenarnya bisa request mau diracik seperti apa. Kuahnya light dengan potongan daging ayam yang melimpah. Tekstur mienya sendiri seperti handmade alias olahan sendiri. Kalau saya sendiri, lebih senang meracik mie ayam Cepiring ini dengan ditambah sambal dan sedikit saos botolan. Dengan tambahan kerupuk akan meningkatkan lagi dalam keseruan menyantap.

Harganya pun tergolong murah, dengan kisaran Rp.10.000-an kita sudah puas makan mie ayam jumbo dengan potongan daging yang meimpah. Bagi teman-teman yang kebetulan lewat pantura, jangan lupa mampir ke warung ini ya.


Wednesday, July 15, 2020

Segarnya Sarapan di "Soto Sedaap Boyolali"

Kali ini MasCan akan sedikit bercerita tentang sebuah rumah makan franchise yang cukup terkenal di Indonesia. Bagi penggemar soto, tempat makan ini tentunya sudah tidak asing lagi. Saat pagi hari di bulan Juli ini, MasCan bersama istri sedang ingin sarapan soto di “Soto Sedaap Boyolali” cabang Kendal.

Saya ingat, dulu tempat makan ini pertama kali buka di Kendal tahun 2007. Pernah beberapa kali ketika sore-sore setelah pulang les dari Primagama Kendal, saya dan teman-teman menyempatkan makan di sini. Bagi anak SMA seperti saya, waktu itu sebuah kemewahan yang HQQ bisa makan tengkleng kambingnya hahaha. Biasanya cuma jajan di kantin sekolah dengan menu soto, gorengan dan es teh: seharga Rp.5.000.

Ketika masih kerja di Jabodetabek, saya sempat melihat tempat makan Soto Sedaap Boyolali ini. Dan ternyata setelah browsing, baru tahu kalau warung soto ini adalah waralaba dengan cabang yang cukup banyak tersebar di kota besar. Merek dagangnya adalah “SOTO SEDAAP BOYOLALI HJ.WIDODO” yang didirikan sejak tahun 2002 dan seterusnya mulai banyak outlet baru dibuka pada tahun 2012. Anda bisa melihat profil perusahaan Soto Sedaap Boyolali ini di sotosedaapboyolali.com. Untuk yang cabang Kendal sendiri beralamat di Jl. Pemuda No.104 A, Kempil, Pegulon, Kec. Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51314.


Saya sampai di Soto Sedaap masih sekitar jam tujuh-an pagi, saat gorengan disana sedang hangat-hangatnya.




Gorengan yang masih hangat begitu menggugah selera. Saya pun mengincar sosis solo dan ati ampela goreng sebagai makanan pembuka. Sosis solo adalah gorengan favorit saya setelah lumpia dan tahu bakso Semarang. Untuk ati ampela gorengnya ukurannya termasuk besar dan bisa juga dijadikan lauk. Ampela goreng ini dilapisi telur yang digulung-gulung tipis di bagian luarnya.



Untuk menu utama sarapannya, saya memesan soto daging sapi bening. Kuahnya begitu nikmat dan gurih walau tidak ditambahi perasa apapun. Kalau saya sendiri lebih cocok tidak memberi kecap, jeruk nipis ataupun sambal, karena dari kuahnya sudah sangat paten.




Ditambah dengan paru goreng dan tempe goreng akan menjadi kombinasi yang pas. Paru goreng kenyal yang tenggelam di kuah soto menjadi perasa yang otentik bila bercampur dengan nasi hangatnya.

Memang, menu sarapan yang paling pas di pagi hari adalah soto. Porsinya pun tidak membuat begah di perut. Kalau teman-teman ingin lebih kenyang, dengan menambahkan sate telur puyuh akan menjadi pilihan yang tepat.

So, buat teman-teman penyuka soto, “Soto Sedaap Boyolali” ini perlu dicoba ya.

Friday, July 3, 2020

Makan Malam di Bu Lumintu Resto

Bulan Juni adalah bulan yang cukup spesial bagi saya. Selain karena saya suka kumpulan puisi “Hujan Bulan Juni” karya pak Sapardi Djoko Damono, bulan Juni juga merupakan waktu ulang tahunnya istri saya. Supaya dia semakin senang di bulan Juni ini, saya mengajaknya motoran keliling Kabupaten Kendal untuk mencoba makanan/tempat makan yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Saya pun merekomendasikan makan malam di “Bu Lumintu Resto”, karena kebetulan juga saya belum pernah makan disana. Dari jaman SMA, saya cuma sekedar lewat dan melihat plangnya saja namun belum sempat kesana. Ditambah lagi, dulu makanan/jajanan yang menjadi favorit saya dan kawan-kawan saya adalah mie ayam, bakso, nasi goreng dan sejenisnya.

Di suatu malam yang cerah di bulan Juni 2020 ini, saya dan istri datang ke “Bu Lumintu Resto” yang berlokasi di Jalan Masjid Nomor 15-A, Patukangan, Kendal, Patukangan, Kec. Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51311. Berikut patokannya: Kalau teman-teman tahu “Pasar Kendal Permai Baru”, nah disitu lokasinya, tepatnya di bagian dalamnya. Kalau teman-teman sedang di Masjid Agung Kendal, lokasinya ada di seberangnya persis. Cukup strategis bukan?


Pertama kali datang ke restonya, desain interiornya membuat kesan homey layaknya rumah. Ruangan utamanya cukup luas, cocok untuk lunch meeting, ngobrol-ngobrol dengan client atau diskusi dengan teman, karena suasananya tidak bising. Tempatnya pun sangat enak untuk berlama-lama disana. Saat saya sampai di lokasi, saya parkir di halaman belakang agak sampingnya, dan parkir motornya tersedia cukup luas.



Saya masuk ke tempat makan utamanya yang berasa paling depan dan tentunya sangat ramah anak. Ada fasilitas baby chair dengan didukung ruangan yang bersih dan aman.

Setelah memilih tempat duduk, kami langsung memesan makanan: saya pesan sop buntut dan istri pesan iga bakar. Malam itu saya kebetulan sedang ingin makan makanan berkuah. Sembari menunggu sajiannya datang, saya ambil es lilin Njonja Besar yang ada di dekat kasir.


Tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, hidangan telah tersaji. Es krim yang masih setengah potong pun buru-buru saya habiskan. Karena saya sudah terlalu lapar malam itu, saya langsung menghajar potongan daging di sop buntutnya tanpa diberi tambahan perasa. Dagingnya empuk dengan kuantitas yang lumayan banyak untuk ukuran satu mangkoknya. Ada bagian dari tulang mudanya yang masih bisa dikunyah, sehingga menciptakan sensasi tersendiri. Kriuk-kriuk gurik. Dengan nasi hangat dan sop buntut di malam hari, sangat cukup untuk menggugah selera.




Pertama kali merasakannya, kuah sopnya termasuk mild, khas masakan rumah. Sensasi masakan rumahannya begitu terasa, enak dan cocok buat siapapun. Saya pun mencoba menambah sedikit sambal kecap yang ada potongan cabenya ke dalam kuah, dan ternyata pedas bung. Sambil menghabiskan kuah dan potongan daging yang menjadi pedas tersebut, saya juga tak henti-hentinya minum es teh manis. Sensasinya mantap. Setengah porsi nasi putih punya istripun saya minta juga guna menghabiskan sop buntut saya.



Setelah menyelesaikan makan sop buntut, saya juga mencicipi sebagian sisa daging iga bakar di piring istri karena penasaran. Dan ternyata rasanya memang empuk dan dagingnya mudah terlepas dari tulang. Lain kali, saya akan pesan iga bakar ini. Sambil menurunkan perut yang kenyang, saya memesan satu sop buntut lagi dan satu ekor gurame asam manis untuk dibawa pulang. Sebagai informasi, selain sop buntut dan iga bakar, masih banyak menu yang tersedia di resto ini. Untuk sop buntut dan iga bakar yang kami pesan, harganya 45K.

Sekian dulu cerita dingkat dari MasCan berburu kuliner asyik. Sampai bertemu kembali..


Cegah Diabetes Dengan Rice Cooker Digital Low Sugar SEKAI

Sumber: Freepik Diabetes merupakan penyakit berbahaya yang efeknya mengakibatkan terlalu banyaknya kadar gula dalam darah (glukosa darah tin...