Berdasarkan pengalaman MasCan
selama berkuliner masakan soto di berbagai daerah, ada satu hal yang unik. MasCan sering menemui berbagai warung
soto yang namanya “Pak No”, “Mbah No” ataupun “Mas No”. Nama “No” entah
mengapa lekat sekali dengan masakan berkuah ini. MasCan juga sering bertanya-tanya
siapakah yang pertama kali memperkenalkan, lalu menyematkan nama “No” di trademark dunia persotoan ini?. Lalu
apakah mereka semua saling berhubungan atau pemiliknya tertuju ke satu orang? Saya
rasa tidak. Namun mungkin saja ada yang telah membuat franchise warung soto ini, seperti yang di Semarang. Namun dari
semua soto dengan nama “No” yang ada tersebut, saya menyukai Soto “Pak No” di Kendal.
Soto “Pak No” Kendal adalah favorit saya kalau kebetulan
sedang lapar di jalur pantura Kendal ini. Kebetulan saat ini MasCan juga sedang
lapar dan ingin sarapan di sana.
Letaknya yang strategis yakni di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Bugangin, Kec. Kendal, Kabupaten Kendal,
Jawa Tengah 51314 ini tepat persis di tepi jalur pantura, sehingga membuat customer mudah menemukannya.
Patokannya mudah, jika anda dari Jakarta, lokasinya tidak jauh dari Agro Wisata Tirto
Arum Baru (setelahnya). Beberapa menu utama Soto “Pak No” antara lain yaitu
Soto Ayam, Soto Sapi, Asem-Asem Daging
dan Rica-Rica Menthog. Dengan menu minumannya adalah Es Teh, Es Jeruk, Teh Panas, Jeruk Panas dan Es Soda Gembira.
Kalau kita coba datang pagi atau siang, kita akan sering
menemui PNS atau karyawan-karyawan swasta yang tengah makan di warung tersebut.
Dulu waktu SMP/SMA saya dan kawan bahkan sering menyebut Soto “Pak No” dengan
sebutan “soto pejabat” atau “soto dinas” karena letaknya di area
perkantoran pemerintahan J.
MasCan lebih senang datang untuk sarapan pagi di tempat,
karena situasinya masih belum terlalu ramai dan MasCan bisa menikmati berbagai
hidangan pendamping soto yang masih lengkap, seperti misalnya sate kerang dan
sate ayam. Sate-sate khas ini yang menurut MasCan menjadi nilai plus warung Soto “Pak No”.
Kalau menu utamanya, MasCan sendiri sangat menyukai Soto
Sapi yang khas Semarang ini. Kalau dilihat dari perwujudannya, menurut MasCan
soto ini lebih ke ‘gaya Semarangan’, karena kuahnya yang bening kecoklatan
dengan taburan bawang merah goreng di permukaannya. Selain itu, soto ini juga
dilengkapi dengan bihun atau suun, tauge dan potongan tomat yang membuatnya
lebih segar. Soto “Pak No” ini tentunya akan lebih nikmat jika dimakan bersama
dengan sate pelengkap soto, mulai dari dari sate ayam, sate telur puyuh sampai sate kerang yang direndam ke kuah
kecap. Sekali coba makan maka akan bikin ketagihan.
Tentunya, kalau kita makan Soto “Pak No” ini tidak akan
cukup semangkuk saja. Kuah sotonya yang bening dan gurih tersebut akan
meningkatkan selera makan kita. Siap-siap ketagihan ya hehehe.
Yuk cobain Soto “Pak No” di Kendal ini J



































