Tuesday, June 23, 2020

Pecel “Ngisor Ringin” Legendaris Cepiring

Pada petualangan kuliner kali ini MasCan mau berbagi cerita tentang kuliner yang cukup tersembunyi tempatnya di Kabupaten Kendal. Tersembunyi dalam artian, masih banyak khalayak yang belum tahu tempat makan ini, bahkan yang dari Kabupaten Kendal sekalipun. Setelah saya coba amati, tak ada yang tahu pasti apa nama tempat makan atau warung ini. Tapi orang-orang di desa saya biasanya menyebutnya sebagai warung pecel ngisor ringin (warung pecel di bawah pohon beringin). Bagi saya sendiri, keberadaan warung dan menu pecel sayurnya cukup legend di Kecamatan Cepiring ini.

Warung yang menyerupai warteg ini disebut sebagai warung pecel karena memang menyajikan menu utama pecel sayurnya yang khas. Meskipun, “ngisor ringin” ini juga menyediakan menu lainnya berupa ramesan atau nasi warteg.

Kalau kita coba tengok dan amati di depan warungnya, tidak ada plang nama usahanya. Namun apabila kita coba cari di google maps, warung tersebut bernama “pecel ngisor ringin”. Entah siapa yang menamakannya, mungkin saja warga sekitar atau pelanggan yang sering datang ke warung tersebut. Namun, kalau dilihat-lihat, nama tempat itu terdengar sangat unik dan ikonik. Maka dari itu, tempat ini perlu untuk diulas.

Warga daerah Kecamatan Cepiring, Kangkung dan Gemuh biasanya tahu letak dimana lokasi pecel “ngisor ringin” ini, karena pecel ini begitu cukup terkenal di kecamatan-kecamatan tersebut. Kalau disurvei kecil-kecilan, tiga dari lima kawan saya dari kecamatan-kecamatan tersebut tahu dimana lokasi pecel “ngisor ringin” ini.

Bagi teman-teman yang belum tahu lokasinya, bisa mengikuti patokannya di Jalan Stasiun Semut, kira-kira 100 meter dari Jalan Raya Soekarno-Hatta, ada tanah lapang dipaving block yang seluas lapangan bola. Di ujungnya ada pohon beringin yang rimbun, yang mungkin sudah berumur 50-an tahun. Nah, di bawah pohon beringin tersebut ada sebuah warung makan sederhana yang terbuat dari kayu-kayu tua, yang dicat warna hijau. Di tempat itulah, pecel legendaris yang (mungkin) sudah 20 tahun tersebut dibuat.



Tempatnya tergolong kecil, namun di dalamnya ada lebih dari tiga orang ibu-ibu yang mengoperasionalkan warung ini. Saat masuk, suasananya benar-benar seperti di rumah. Guyonan dan bercandaan ibu-ibu yang masak mewarnai suasana di dalam warung tersebut. Bagi yang ingin makan di tempat, warung ini menyediakan beberapa bangku panjang yang terletak di dalam warung utama dan juga di ruangan terbuka sampingnya. Kalau saya sendiri lebih sering take away untuk dimakan bersama-sama dengan istri saya di rumah.



Sebelumnya, saya tahu warung pecel ini gara-gara dulu ketika sedang membaca Koran Suara Merdeka, kira-kira pada tahun 2004 saat masih SMP. Di salah satu artikelnya, ada tulisan menganai pecel yang berlokasi di Jalan Stasiun Semut, Duwet, Cepiring, Kec. Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini. Kalau tidak salah, waktu itu bapak saya pulang kerja dan membawa beberapa bungkus pecel ini. Saat pertama kali mencobanya, saya langsung jatuh hati. Porsinya yang besar membuat perut kenyang dan puas. Sejak saat itu, saya menjadi pelanggan rutinnya sampai akhir dekade 2000-an, karena setelah itu saya harus sekolah keluar kota.

Nah, kebetulan saat ini saya sudah menetap kembali di Kendal dan bisa menikmati pecel ini kapan saja, terutama saat makan siang. Masih sama seperti 15 tahun yang lalu, porsinya yang besar tidak banyak berubah. Saya dan istri saya seringnya memesan pecel dengan campuran andalan: sayur pecel+potongan lontong+potongan bakwan. Menurut saya komposisi ini adalah kombinasi yang paling paripurna di dunia perpecelan. Sambal kacang dari pecel akan lebih menyerap ke potongan lontong dan bakwan di dalamnya. Saya pun selalu memesan pecel dengan kategori “Pedas” di warung ini, sampai penjualnya sudah hafal.

Layaknya nasi padang, paket komposisi pecel favorit saya seperti di atas akan lebih nikmat bila dibungkus. Maka dari itu, saya seringnya membungkus pecelnya supaya bumbu-bumbunya bisa menyerap ke semua bagian. Dan seperti biasa, saat saya membuka paket pecel tersebut, teksturnya begitu menggugah selera. Saya sarankan, apabila anda tidak suka makan sayur, bisa mencoba menu pecel sayur sebagai alternatif menu makanan, karena rasanya tidak hambar dan tentu kaya akan serat. Menu ini cocok untuk diet.

Kalau diperhatikan lebih detail, pecel “ngisor ringin” ini mempunyai ciri khas tekstur sambal kacang yang tidak terlalu lembut, karena semuanya manual handmade. Bulir-bulir kacang, cabai dan gula jawanya terlihat di permukaan sayur mayur yang segar. Bagi saya, sambal kacang inilah yang menjadi ciri khas pecel “ngisor ringin”. Jika pecel telah habis di piring, biasanya saya habiskan sambal kacangnya sampai tuntas. Sambal kacang tersebut juga melumuri potongan lontong dan bakwan yang dicacah-cacah. Tidak lupa dengan kombinasi dari rebusan sayurnya pecelnya, yang terdiri dari bayam, tauge dan kacang panjang. Untuk menambah nikmatnya makan, bisa ditambah krupuk acir/krupuk putih sebagai pemeriah suasana.



Informasi tambahan, untuk satu bungkus porsi pecel ini, dihargai 9K untuk paket lengkap dengan gorengan dan lontong di dalamnya. Sedangkan yang paket pecel saja seharga 7K. Bagi yang belum pernah mencoba warung pecel “ngisor ringin” yang legendaris ini dapat mencoba masakannya dengan datang langsung ke tempatnya. Semoga warungnya terus laris dan semoga kuliner Kabupaten Kendal semakin jaya. Aamiin… 

No comments:

Post a Comment

Cegah Diabetes Dengan Rice Cooker Digital Low Sugar SEKAI

Sumber: Freepik Diabetes merupakan penyakit berbahaya yang efeknya mengakibatkan terlalu banyaknya kadar gula dalam darah (glukosa darah tin...