Friday, June 25, 2021

Pesona Pantai Indah Kemangi: Dari Horor Menjadi Tersohor


(Gapura Pantai Indah Kemangi)

Apa yang terlintas di benak masyarakat saat mendengar kata “Kemangi”. Khalayak umum tentu akan mengasosiasikannya dengan sebuah tanaman yang biasa dijadikan sebagai lalapan pada kuliner pecel lele atau ayam penyet di warung-warung tenda pinggir jalan. Kalau orang barat biasa menyebut kemangi sebagai Lemon basil atau Ocimum africanum. Tanaman ini pun sangat populer di Asia Tenggara sebagai bagian dari penyedap rasa masakan.

Namun di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kata “Kemangi” sudah sangat akrab dengan sebuah kuburan angker yang berada di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung –salah satu wilayah paling utara Kendal yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Warga Kendal pun banyak yang menyebut adanya urban legend di Desa Jungsemi tersebut, bahwa terdapat pusara keramat yang bernama “Kuburan Kemangi”. Berdasarkan penuturan berbagai sumber dari warga Kendal, “Kuburan Kemangi” adalah salah satu spot terangker di Kendal sekaligus kuburan tertua di Kecamatan Kangkung. Saking mistisnya, orang-orang sampai harus berpikir dua kali kalau ingin datang ke desa tersebut. Mereka takut terpapar aura gaib atau fenomena horor.

Selama bertahun-tahun legenda itu hidup di tengah masyarakat Kendal. Sampai pada akhirnya, ada sebuah proyek tambak pembibitan dan budidaya udang vaname alias whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) dengan investor dari luar negeri. Bahkan sampai beberapa ekspatriat asing perlu turun tangan langsung di sebuah area yang nantinya bakal menjadi objek wisata Pantai Kemangi ini. Mulai dari pembukaan lahan untuk akses masuk pantai, pembangunan tiang aliran listrik, infrastruktur penunjang budidaya udang sampai pembukaan lahan di sekitar pantai agar tidak terlalu rimbun. Kira-kira proyek ini berjalan sekitar tahun 2011-2012, hingga pada akhirnya tambak budidaya udang vaname ini berhenti karena satu dan lain hal. Entah saat itu proyek tersebut masih berjalan atau tidak, namun infrastruktur penunjang yang sudah terlanjur ada dibuat tersebut masih dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Hingga pada akhirnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada beberapa tahun belakangan ini menjadikan Desa Jungsemi beserta Pantai Kemanginya sebagai Desa Mitra untuk diberikan pendampingan pengembangan. Bentuk pendampingannya yaitu mulai dari awal pembenahan sarana prasarana pantai sampai pantai tersebut siap untuk dikunjungi publik. Salah satu sumbangsih nyata nan ikonik dari UPGRIS adalah pembangunan ikon bertulisakan “Pantai Indah Kemangi” yang besar dan terkenal itu, sehingga bisa menjadi penanda lokasi wisata. Warga dan para pihak pengelola pun berterima kasih kepada inisiatif UPGRIS dengan mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang turut membidani lahirnya Pantai Indah Kemangi ini sehingga bisa dinikmati oleh publik.

Pantai Indah Kemangi sendiri diresmikan oleh bupati Mirna Annisa pada pertengahan tahun 2020 saat pandemi, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Kendal yang ke-415. Beralamat di Srandu, area Tambak atau Perswahan Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, kini akses jalannya sudah cukup lebar untuk dilewati minibus dan sangat mudah ditemukan. Sejak awal dibukanya, pantai eksotis ini mampu menyedot sekitar 5.000 pengunjung di bulan awal. Terlihat, antusiasme warga sangat tinggi sekali terhadap destinasi wisata baru ini. Perlahan-lahan, berbagai infrastruktur penunjang wisatawan mulai berbenah dan bertambah. Kini Pantai Indah Kemangi telah memiliki beberapa infrastruktur bangunan seperti toilet umum, kamar mandi umum, musholla yang luas, gerai produk UMKM, puluhan gazebo, penerangan solar cell dan area spot swafoto yang Instagramable.

(Fasilitas Hiburan Penunjang Wisatawan)

(Denah Pantai Indah Kemangi)

(Musholla dan Kamar Mandi Umum)

(Keseruan Wisatawan Bermain Air)

(Gazebo Untuk Beristirahat)


Saat berkunjung ke Pantai Indah Kemangi alias PIK kalau kata orang-orang setempat, terlihat lokasinya sudah terstandarisasi untuk infrastruktur pariwisatanya. Pantainya pun terlihat bersih dengan sampah pengunjung yang rutin dibersihkan oleh petugas. Dengan harga tiket masuk Rp.3.000 per orang, pengunung sudah bisa menikmati hamparan panorama pemandangan laut alami beserta udara segarnya. Tentu saja, PIK ini sangat ramah anak karena terdapat banyak infrastruktur seperti perosotan, jungkat-jungkit, ayunan dan bernagai macam permainan playground lainnya. Ada juga persewaan ban karet dan pelampung apabila ingin berenang di pantai dengan aman. 

(Area Bermain Anak)

(Pintu Masuk PIK)

(Himbauan Menerapkan Protokol Kesehatan)

(Wisatawan Menikmati Pantai)


Untuk wahana khusus orang dewasa, juga ada berbagai macam yang disewakan. Pengunjung juga bisa menikmati keseruan motor ATV, banana boat, dokar atau delman sampai berbagai wahana watersport. Seperti diketahui bahwa PIK ini sangat potensial untuk dijadikan sebagai daya tarik sport tourism di Jawa Tengah. Bahkan pemerintah Kabupaten Kendal sudah berencana untuk menjadikannya sebagai tempat event olah raga jetski di Jawa Tengah. Apabila program ini dapat terlaksana dengan baik, efek positifnya tentu saja pada berkembangnya iklim UMKM warga di sekitar pantai.

Layaknya pantai yang umumnya ada di pantura, PIK menyajikan lanskap deburan ombak yang kecil dan sedang pada hari-hari biasa atau tidak hujan. Pasirnya berwarna hitam dengan ornamen cangkang binatang laut, yang menambah nuansa keeksotisannya. Kegiatan yang paling disukai pengunjung adalah bermain pasir, berendam sambil menikmati deburan ombak, sampai tak jarang pula yang menggelar tikar sambil menikmati santapan bersama keluarga. PIK sangat cocok untuk family time. Selain bisa membawa bekal sendiri, pengunjung juga bisa memesan aneka jajanan di sepanjang area PIK. Berbagai jajanan yang banyak dijumpai antara lain es krim, sosis bakar, sate ayam, mie rebus, mi goreng, pecel pincuk sampai berbagai jenis sea food.

Suasana alam di PIK sendiri didominasi oleh tumbuhan cemara laut yang kemungkinan baru berusia 2-3 tahunan dan beberapa mangrove di kejauhan. Jika sudah puluhan tahun tentu saja ini bisa menjadi penghijauan untuk berteduh sekaligus mengurangi dampak abrasi. PIK juga berbatasan langsung dengan sawah milik warga, yang subur dan menghasilkan berbagai produk pertanian unggulan. Salah satu produk pertanian di sawah Kemangi yang unik adalah semangka hijau tua yang terasa manis itu. Jika kebetulan sedang musim panen, pengunjung bisa melihat truk-truk pengangkut buah akan masuk ke area PIK dan membawa banyak semangka dari sawah tersebut.

(Sawah Warga)

(Sawah yang Berbatasan dengan PIK)

(Sawah Warga)

(Penghijauan dengan Cemara Laut)

(Bisnis Ikan Hias Warga)

(Perbatasan Antara Sawah dan Pantai)


Berkat PIK, kini kata “Kemangi” menjadi jauh dari kesan angker ataupun mistis. Bahkan “Kemangi” sendiri saat ini selalu berdampingan dengan kata “Indah”. Kondisi ini sangat berbeda sekali dengan persepsi tentang “Kemangi” satu dekade yang lalu. Kemangi saat ini telah menjelma menjadi pusat bisnis pariwisata yang sangat potensial di Kendal. Tempat tumbuh berkembangnya UMKM lokal di masa pandemi Covid-19 yang telah mewabah selama dua tahun terakhir ini. Maka dari itu, warga Desa Jungsemi, khususnya di sekitar Kemangi perlu mendapatkan bimbingan bisnis mikro atau UMKM dari para akdemisi atau universitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Baik dari mahasiswa atau pihak kampus perlu membimbing pengusaha UMKM lokal di PIK ini. Harapannya, para pedagang dan pengelola PIK ini bisa mendapatkan bimbingan dari Universitas Esa Unggul, karena kampus tersebut terbukti memiliki core competency atau kredibilitas tinggi di bidang pariwisata dan entrepreneurship. Semoga saja pihak akademisi atau mahasiwa dari Universitas Esa Unggul bisa menjadikan PIK ini sebagai pilot project untuk dikembangkan agar bisa menjadi pusat daya tarik wisata tersohor di Jawa tengah.

(Universitas Esa Unggul. Sumber: Media Indonesia)

(Logo Universitas Esa Unggul)


Kita tahu bahwa PIK terbukti telah membawa banyak perubahan di Desa Jungsemi ini. Pesona PIK ini luar biasa hebat. Pantai ini layaknya hidden gems yang tersembunyi di suatu sudut pantura. Untuk itu, dengan adanya riset potensi dan pendampingan entrepreneurship bagi warga sekitar, bukan tidak mungkin PIK akan semakin berkembang dengan manajemen pariwisata yang profesional. Atau mungkin, dari pihak Universitas Esa Unggul dapat memberikan beasiswa jurusan pariwisata bagi putera daerah atau warga lokal di Desa Jungsemi, dengan kesepakatan untuk kembali ke kampung halaman guna mengembangkan PIK setelah lulus. Dengan demikian, Universitas Esa Unggul dapat membantu dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) warga setempat agar potensi wilayahnya dapat tergali lebih maksimal.

EsaUnggul, selamat datang di Pantai Indah Kemangi!

Dokumentasi video PIK: https://www.youtube.com/watch?v=Z8Ft2dKf5u0

#inikotaku #esaunggul

Tuesday, June 8, 2021

Lezatnya Bebek Penyet di “RM Ayam Penyet Surabaya”


“Mas sudah pernah coba makan di Ayam Penyet Surabaya belum sih?” tanya istri.

“Hehehe belum” jawab saya.

“Waahh, ini terkenal banget lho. Penyetan sama sambel bawangnya enak banget” jelas istri.

Saya dan istri pun langsung menuju “RM Ayam Penyet Surabaya” cabang Purwodadi yang berlokasi di Jl. Jend Sudirman No.37, Jajar, Purwodadi, Kec. Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58111. Sampai di sana, terlihat suasana restonya nyaman, bersih dan pelayanannya pun gesit. Kami langsung dilayani dan pesan pada karyawan di meja depan.

Tak lama kemudian, pesanan saya sudah datang. Saya pesan bebek penyet yang terkenal enak itu. Saat saya coba, daging bebeknya empuk sekali. Tidak ada tekstur yang terlalu keras, seperti yang sering dijumpai pada bebek goreng di tempat lain. Bebek penyet di sini sangat gurih dah empuk, dijamin akan ketagihan. Saat dicocol dengan sambal bawang, itulah kenikmatan yang hakiki. Sambal bawangnya pedas tapi tidak terlalu menyengat. Pedasnya ringan dengan aroma bawangnya yang khas sehingga menambah cita rasa bebek penyet itu.


Oiya, dalam satu porsi bebek penyet ini terdapat nasi putih, bebek goreng (bisa request bagiannya), tahu goreng, sambel terong goreng, orek tempe kering dan karedok segar sebagai lalapannya. Secara keseluruhan, bebek penyet di “RM Ayam Penyet Surabaya” ini saya kasih dobel jempol! Mantap Memuaskan!

Tuesday, June 1, 2021

Sarapan Subuh di McDonald's Pandanaran

 

Jika teman-teman sedang dalam suatu perjalanan atau trip, kira-kira apa menu yang teman-teman biasa santap di jalanan? nasi goreng? nasi uduk? bubur ayam? atau lontong sayur?

Biasanya memang, orang umum atau traveler akan cenderung makanan yang lebih ringan untuk sarapan pagi dibandingkan pada saat makan siangnya. Namun biasanya juga, seorang traveler merasa tengah sangat lapar saat pagi-pagi buta di perjalanan, jadi perlu sarapan berat yang pas dan tentu tidak terlalu begah.

Saat MasCan sedang sampai Semarang pada subuh-subuh, tiba-tiba perut keroncongan. Mampirlah Mascan ke McDonald's Pandanaran yang berlokasi di Jl. Pandanaran No.44, Pekunden, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50134. Tempatnya strategis dan bersih dengan sekitar yang cukup asri banyak pepohonan. Kalau tidak salah lokasinya dekat gedung Suara Merdeka. MasCan pun melihat menu-menu yang tersedia saat subuh itu, dan yang available masih didominasi oleh menu breakfast. Karena sangat lapar, akhirnya MasCan lebih memesan menu non breakfast, yaitu PaNas 2 dengan2 pcs ayam goreng khas McDonald's, dengan nasi crispy hangat dan minuman FruitTea lemon yang menyegarkan.

Saat subuh-subuh, makan dua potong ayam krispy adalah pilihan yang sangat tepat. Tak sampai 15 menit, kedua ayam goreng tersebut sudah ludes. Oke fix, PaNas 2 McD tak pernah gagal!

Cegah Diabetes Dengan Rice Cooker Digital Low Sugar SEKAI

Sumber: Freepik Diabetes merupakan penyakit berbahaya yang efeknya mengakibatkan terlalu banyaknya kadar gula dalam darah (glukosa darah tin...